Skip to content

Bejana Pilihan

August 2, 2006

Seorang Tuan sedang mencari sebuah bejana. Ada beberapa bejana tersedia – manakah yang akan terpilih? Pilihlah saya, teriak bejana emas, saya mengkilap dan bercahaya. Saya sangat berharga dan saya melakukan segala sesuatu dengan benar. Keindahan saya akan mengalahkan yang lain. Dan untuk orang yang seperti engkau, Tuanku, emas adalah yang terbaik! Tuan itu hanya lewat saja tanpa mengeluarkan sepatah kata.

Kemudian ia melihat suatu bejana perak, ramping dan tinggi. Aku akan melayani engkau, Tuanku, aku akan menuangkan anggurmu dan aku akan berada di mejamu di setiap acara jamuan makan. Garisku sangat indah, ukiranku sangat nyata. Dan perakku akan selalu memujiMu.

Tuan itu hanya lewat saja dan menemukan sebuah bejana tembaga. Bejana ini lebar mulutnya dan dalam, dipoles seperti kaca. Sini! Sini! teriak bejana itu, saya tahu saya akan terpilih. Taruhlah saya di mejamu, maka semua orang akan memandangku.

Lihatlah saya, panggil bejana kristal yang sangat jernih. Aku sangat transparan, menunjukkan betapa baiknya saya. Meskipun saya mudah pecah, saya akan melayani engkau dengan kebanggaan saya. Dan saya yakin, saya akan bahagia dan senang tinggal dalam rumahmu.

Tuan itu kemudian menemukan bejana kayu. Dipoles dan terukir indah, berdiri dengan teguh. Engkau dapat memakai saya, tuanku, kata bejana kayu. Tapi aku lebih senang bila Engkau memakaiku untuk buah-buahan, bukan untuk roti.

Kemudian Tuan itu melihat ke bawah dan melihat bejana tanah liat. Kosong dan hancur, terbaring begitu saja. Tidak ada harapan untuk terpilih sebagai bejana Tuhan itu.

Ah! Inilah bejana yang aku cari-cari. Aku akan perbaiki dan kupakai, dan akan aku buat sebagai milikku seutuhnya. Aku tidak membutuhkan bejana yang mempunyai kebanggaan. Tidak juga bejana yang terlalu tinggi untuk ditaruh di rak. Tidak juga yang mempunyai mulut lebar dan dalam. Tidak juga yang memamerkan isinya dengan sombong. Tidak juga yang merasa dirinya selalu benar. Tetapi yang kucari adalah bejana yang sederhana yang akan kupenuhi dengan kuasa dan kehendakKu.

Kemudian Ia mengangkat bejana tanah liat itu. Ia memperbaiki dan membersihkannya dan memenuhinya. Ia berbicara dengan lembut kepadanya. Ada tugas yang perlu engkau kerjakan, jadilah berkat buat orang lain, seperti apa yang telah Kuperbuat bagimu.

Sumber : Airhidup.com

2 Comments leave one →
  1. putu permalink
    November 5, 2007 5:26 am

    wlpun hdp qt pnuh dosa n dah bnyk nyakitin hati Bapa klo emng qt mau untk Tuhan pulihkan ga ada kata terlambat asal kita bsungguh2 bertobat n buat komitmen untk ga ngulang ksalahan qt lg jgn sayang ato ga tega buat ninggalin dosa krn hdp dalam tuntunan Bapa lbh dr sgalaNya, kLo Bapa dah mulihin qt wktnya qt tumbuh untuk menjadi ranting yg baru berbuah2 d dlmNya n menjdi berkat bg yg ngbuthin..
    JbUs…..

  2. August 12, 2010 12:06 am

    terkadang iblis sll ingin membuat kita terus merasa bersalah krn perbuatan yg pernah kita buat. tp jangan pernah kita lupa,Yesus mati di tiang kayu salib dan menebus segala dosa2 kita. dan percayalah disaat kita mengakui dosa kita, menyesali perbuatan yg kita perbuat dan meminta pengampunan dari_Nya. maka dosa2kitapun diampuni dan hidup kita menjadi baru seperti bejana yang siap di bentuk oleh Allah.biarlah kita lebih berharap pada_nya, lebih bertumbuh didalam Dia.dan memberikan yg terbaik bagi_Nya.. seluruh hidup kita untuk Yesus…..
    karna lebih dari apapun,Yesus sangat menyayangi kita….
    bertumbuh didalam Dia, dan Dia tinggal didalam kita… dan kita menjadi berkat serta terang bagi seluruh orang disekeliling kita…
    terpujilah Yesus…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: