Skip to content

4 Steps That Bring God’s Miracles Into Your Life

August 3, 2006

4 Langkah yang Membawa Mujizat Tuhan ke dalam Kehidupanmu

MARKUS 11: 22-25
Yesus menjawab mereka: “Percayalah kepada Allah! Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya. Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal akan diberikan kepadamu. Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dulu dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu.”

Pada suatu hari, Yesus bersama dengan murid-muridNya meninggalkan Betania dan sedang menuju ke Yerusalem. Yesus merasa lapar. Pada waktu di perjalanan, Yesus dan murid-muridNya menemukan sebuah pohon ara yang daunnya lebat, tetapi pohon tersebut tidak mempunyai buah untuk dimakan. Firman Tuhan dengan jelas mengatakan bahwa waktu itu bukan musimnya berbuah. Meskipun begitu, ketika melihat pohon ara tersebut, Yesus berkata kepada pohon itu, “Jangan lagi seorangpun makan buahmu selama-lamanya.” (Markus 11: 14)

Kemudian Yesus menuju ke Yerusalem untuk mengajar tentang kerajaan Sorga. Lalu Ia kembali ke Betania untuk menginap disana. Besok paginya Yesus dan murid-muridNya pergi ke Yerusalem lagi. Petrus melihat bahwa pohon ara yang dikutuk itu sudah kering dan ia memberitahu Yesus, “Rabi, lihatlah, pohon ara yang Kaukutuk itu sudah kering.”

Yesus menjawab mereka, “Percayalah kepada Allah! Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya. Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal akan diberikan kepadamu. Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dulu dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu. Tetapi jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di sorga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu.” (Mark 11: 22-26)

Melalui kehidupan nyata Yesus mengajarkan murid-muridNya tentang kekuatan besar dari iman dan bagaimana menerapkannya. Yesus memberikan pelajaran ini dengan cara yang sangat detail.

I. Percayalah kepada Allah

Dalam dunia ini ada dua macam rasa percaya (faith). Yang pertama adalah rasa percaya secara umum (general faith). Biasanya manusia menjadi percaya karena pengalaman dan pengetahuan mereka. Manusia mempercayai apa yang telah mereka dapatkan melalui pengetahuan ilmiah atau pengalaman pribadi mereka. Manusia hidup dalam rasa percaya semacam ini. Manusia mempraktekkan rasa percaya yang seperti ini. Orang mempercayai obat-obatan karena perusahaan-perusahaan farmasi memberikan bukti-bukti ilmiah tentang khasiat dari obat-obatan. Karena itu orang-orang tidak melakukan eksperimen di rumah mereka dengan seluruh peralatan laboratorium, tetapi mereka langsung membeli obat-obatan tersebut. Orang-orang juga mempercayai para dokter dan menyerahkan hidup mereka yang berharga ke dalam tangan dan pengetahuan dari para dokter tersebut. Mereka juga mempercayai mobil-mobil dan menggunakannya sebagai alat transportasi. Mereka mempercayai pesawat terbang, karena itu mereka bepergian melintasi Samudra Pasifik. Selain itu mereka juga percaya pada kantor pos sehingga mereka mengirimkan surat-surat mereka melalui kantor pos. Mereka mempercayai bank dan menyerahkan uang mereka kepada bank. Juga orang-orang yang hidup di daerah tropis (tropical zone), mereka tentu saja percaya bahwa ada empat musim dalam setahun karena mereka mengalaminya setiap tahun. Sebagai tambahan, pengalaman mereka membuktikan bahwa jika matahari yang terbenam berwarna merah, itu berarti besok hari akan cerah. Hal-hal tersebut merupakan rasa percaya yang umum dimiliki oleh manusia. Orang-orang menjadi percaya berdasarkan pengetahuan dan pengalaman mereka. Rasa percaya semacam ini sama-sama dimiliki oleh orang Kristen maupun yang bukan Kristen.

Sekarang ada rasa percaya yang timbul dari pengenalan dan pengalaman akan Dia. Percaya kepada Tuhan (iman) sangat berbeda dengan general faith. Dengan pengetahuan atau pengalaman akan dunia ini, seseorang tidak akan bisa mengenal Tuhan atau menyelami Dia. Dengan pengetahuan akan dunia ini, kita tidak akan bisa percaya kepada Tuhan. Ketika Yesus mengatakan kepada murid-muridNya, “Percayalah kepada Allah”, itu bukan berarti Ia menyuruh murid-muridnya untuk percaya kepada Allah dengan pengetahuan atau pengalaman akan dunia ini. Untuk percaya kepada Allah, pengetahuan atau pengalaman manusia tidaklah cukup.

Untuk percaya kepada Tuhan, kita pertama-tama harus belajar dari Alkitab. Agar kita percaya kepada Tuhan, kita harus mendengarkan Firman Tuhan, membaca Firman Tuhan dan mempelajari Firman Tuhan. Dari situ kita bisa mengetahui siapa yang menciptakan sorga, bumi dan isinya, dan siapa yang mengendalikan semua sejarah.
Kita hanya bisa menyelami Allah melalui Yesus Kristus, AnakNya. Kita dapat diselamatkan melalui Dia. Hanya dengan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juru selamat kita, kita dapat mengalami keselamatan dari Tuhan, percaya di dalam Tuhan, mempunyai harapan di dalam Tuhan dan hidup di dalam kasihNya.

Karena itu, rasa percaya kepada Tuhan bertentangan dengan general faith. Ini merupakan rasa percaya yang khusus. Rasa percaya kepada Tuhan merupakan iman yang muncul dari pengetahuan akan Tuhan yang datang lewat Alkitab. Dengan percaya kepada Tuhan, kita memasuki dan mengalami dunia baru dengan mujizat Tuhan. Di dalam general faith, mujizat tidak mendapat tempat. Semuanya rasional karena general faith berasal dari pengetahuan manusia yang logis dan ilmiah. Tetapi, dengan percaya kepada Tuhan, mujizat dapat terjadi. Tuhan adalah Sang Pencipta yang hebat. Ketika kita mengenalNya dan percaya kepadaNya, kita dapat mengalami mujizatNya yang hebat dalam kehidupan ini.

Melalui Injil, kita akan mendapatkan pengetahuan yang lebih dalam tentang Tuhan. Pertama-tama kita belajar bahwa Tuhan telah mengirimkan AnakNya, Yesus Kristus untuk menyelamatkan manusia. Melalui Firman Tuhan, kita dapat menerima keselamatan dan yakin bahwa kita telah diselamatkan. Kita juga mengetahui bahwa Tuhan adalah dokter hebat yang mampu menyembuhkan kita. Atas kehendak Tuhan, Yesus Kristus sendiri menanggung penyakit dan kelemahan kita. Ia dipukuli dengan meninggalkan banyak bilur, dan oleh bilur-bilurNya itu kita menjadi sembuh. Jadi kita percaya bahwa kita dapat disembuhkan dan karena itu kita berdoa kepada Tuhan.

Melalui Yesus Kristus, Tuhan melenyapkan otoritas dan kekuasaan musuh yaitu si iblis. Yesus Kristus telah melucuti iblis. Dia mengalahkan si iblis. Kita mengetahui tentang hal ini dari Alkitab. Karena itu kita bisa berdoa kepada Tuhan supaya kita dapat melepaskan diri dari cengkraman iblis melalui Yesus Kristus.

Tidak hanya itu, tetapi dari Firman Tuhan kita juga mendapatkan pengetahuan bahwa Tuhan telah menyelamatkan kita dari kutuk, keputusasaan, dan kekecewaan melalui penyaliban Yesus. Jadi kita mempunyai dasar untuk percaya bahwa melalui penderitaan Yesus Kristus di kayu salib, kita dibebaskan dari kutuk. Berkat Abraham sungguh-sungguh menjadi milik kita.
Juga melalui Yesus Kristus, Tuhan menghapuskan kematian kekal dan neraka bagi semua yang percaya akan kekuatan keselamatan dari Yesus, dan Dia mempersiapkan sorga yang baru dan bumi yang baru, yaitu Yerusalem baru. Karena pengetahuan kita akan kerajaan Sorga, kita percaya bahwa kehidupan kekal sedang menanti kita ketika perjalanan kita di bumi berakhir. Kita sungguh-sungguh hidup dengan harapan.

Oleh karena itu, setiap rasa percaya yang terlepas dari Firman Tuhan adalah berbahaya. Mengharapkan mujizat di luar Firman Tuhan adalah sangat berbahaya karena hal tersebut merupakan mistik. Bila kita berdiri di atas Firman Tuhan dan percaya kepada Allah, kita dapat menyaksikan mujizatNya yang besar di dalam hidup kita. Dalam konteks ini, Yesus berkata, “Percayalah kepada Allah.”

II. Barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah…. artinya kita tidak boleh bimbang sedikitpun!

Yesus melalui perkataan ini berbicara tentang kekuatan dari perkataan tersebut. Kata-kata “Beranjaklah” mempunyai arti yang penting. “Gunung ini” diartikan sebagai masalah yang diberikan setan kepada kita. Ketika kita hidup di bumi, kita terus menerus menghadapi masalah keputusasaan, masalah kekecewaan, masalah dosa, dan masalah pembagian yang seringkali disebabkan oleh setan yang kerjanya mencuri, membunuh dan menghancurkan manusia. Yesus Kristus memberitahu kita bahwa kita dapat menyelesaikan masalah gunung ini dengan mempercayai Dia.

Anda mungkin berkata, “Ya Pak Pendeta, saya telah mengatakan kepada gunung saya berulang kali, tapi saya tidak melihat mujizat apa-apa dalam kehidupan saya.” Firman Tuhan mengatakan bahwa ketika anda berbicara kepada gunung anda, anda harus memerintahnya. Jangan ragu.

Untuk menghapuskan keraguan, pertama-tama kita harus membersihkan hati kita dari rasa bersalah. Tidak peduli seberapa keras kita mengatakan “Saya percaya, saya percaya”, jika masih ada dosa yang disembunyikan dalam hati kita, dan Tuhan mengetahuinya, maka hati nurani kita akan menyalahkan kita dan membuat kepercayaan kita hilang. Rasa percaya (faith) dan perintah anda kepada gunung itu akan sia-sia.

Untuk dapat menghapuskan keraguan dari hati kita, kita harus bertobat dari ketidaktaatan kita. Jika anda hidup tidak taat terhadap Firman Tuhan, tidak menganggap hari Tuhan kudus, tidak menyerahkan persepuluhan atau tidak mengasihi sesama dan sebagainya, maka percuma saja untuk memerintahkan agar masalah kita pergi. Untuk mengusir keraguan, kita orang-orang Kristen harus bertobat dari dosa-dosa dan dari ketidaktaatan kita setiap hari untuk memastikan tidak ada yang menghalangi doa kita.

III. Berbicaralah dengan tegasKemudian dengan sungguh-sungguh kita harus mengakui dengan mulut kita bahwa Tuhanlah yang menciptakan sorga dan bumi beserta segala isinya dengan firmanNya. Kita diciptakan menurut gambarNya. Jadi kita diciptakan untuk dapat berbicara dengan kuasa. Melalui bahasa yang mempunyai kuasa, kita dapat mengendalikan karakter kita, lingkungan kita, dan takdir kita. Yesus Kristus telah menunjukkan kekuatan dari perkataanNya kepada kita. Dengan perkataanNya, Ia membuat pohon ara tersebut menjadi kering.

Agar dapat berbicara dengan kuasa, kita harus menggunakan kekuatan iman kita. Misalnya, kita harus mengatakan, “Penderitaan akan pergi dari rumah saya! Semua penyakit akan meninggalkan saya! Saya akan mengalahkan dosa! Saya adalah anak Tuhan! Saya adalah anak Tuhan yang diberkati!” Bukankah ini suatu penegasan yang menakjubkan? Ketika kita berbicara seperti ini, sebenarnya kita secara aktif sedang melepaskan diri dari segala kekuatan negatif yang ada dalam kehidupan kita dan kemenangan akan menjadi milik kita. Janganlah kita sepanjang waktu berkata, “Saya tidak bisa. Saya seorang yang gagal. Saya bukan siapa-siapa. Saya sedang sekarat karena penyakit ini. Saya tidak berharga.” Pengakuan negatif dari mulut anda ini akan membuat anda mati seperti pohon ara yang dikutuk oleh Yesus.

Ketika Yesus mengajarkan tentang hal ini, Dia menggunakan kata “sungguh-sungguh”. Kita dapat melihat bagaimana Yesus menekankan pentingnya suatu perkataan. Amsal 18:21 juga menegaskan bahwa perkataan yang berasal dari mulut kita dapat membunuh kita atau memacu semangat kita. “Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.” Pikirkanlah itu!

Mulai saat ini kita harus memulai berbicara dengan tegas. Tuhan selalu memanifestasikan kekuatanNya yang dahsyat melalui pengakuan positif dari mulut kita. Firman Tuhan berkata, “Kamu terperangkap karena perkataan mulutmu, Kamu diadili dengan perkataan mulutmu,” dan itu benar. Jadi saya berdoa semoga anda tidak ragu untuk berbicara dengan tegas seperti Yesus berbicara.

Apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal akan diberikan kepadamu. Berdoa kepada Bapa kita yang di Sorga dan mencari sesuatu dari Dia memerlukan kerinduan dari dalam hati kita. Terlalu banyak orang Kristen yang datang kepada saya dan bertanya, Pak Pendeta, berapa banyak saya harus berdoa agar saya mendapatkan jawaban dari doa-doa saya?” Alkitab mengajarkan kita bahwa jika kita mempunyai keinginan dan doa yang spesifik, kita harus berdoa sampai kita yakin bahwa jawaban dari doa kita sudah ada di depan kita, dan itu hanya masalah waktu sampai jawaban tersebut menjadi kenyataan.
Ketika saya berdoa dan “tahu” saya telah menerima jawaban atas doa saya, dengan cara yang cukup menakjubkan, saya merasa yakin dan sukacita mengalir di dalam hati saya seakan-akan jawaban tersebut menjadi nyata saat itu. Anda dapat memiliki keyakinan yang sama. Jadi bila anda berdoa, berdoalah sampai anda yakin telah menerima jawaban atas doa anda, dan rasa damai dan suka cita mengalir di dalam diri and, meskipun anda tidak dapat melihat apapun dengan mata anda, dan meskipun tidak ada yang berubah, tidak ada yang didengar, dan anda tidak dapat menyentuh jawaban itu. Setelah anda memiliki keyakinan dan rasa damai di dalam hati anda, maka pujilah Tuhan dan bersyukurlah kepadaNya. Jadi ketika anda berdoa, berdoalah sampai anda merasa yakin dengan jawaban atas doa anada. Kemudian bila anda menerima jawabannya dan rasa damai mengalir dari hati anda, maka bersyukurlah kepada Tuhan dan nyatakanlah segala sesuatunya dengan mulut anda.

IV. Ampunilah, jika kamu harus mengampuni.

Mengampuni merupakan salah satu hal yang paling penting dalam kehidupan beriman kita jika kita rindu mengalami mujizat Tuhan. Ketika kita merasa benci atau sakit hati terhadap orang-orang kita kasihi dan kita belum mengampuni mereka, maka Tuhan tidak akan mengampuni kita. Kita diampuni dari dosa kita oleh Tuhan, tetapi jika kita tidak mengampuni orang-orang yang bersalah kepada kita, maka kita akan diserahkan kepada para algojo. Yesus Kristus menjelaskan hal ini melalui perumpamaan yang terdapat di Matius 18:23-31.

Seorang laki-laki berhutang $ 75.000 (mata uang sekarang) kepada rajanya. Dia tidak dapat membayar utangnya tepat waktu. Sang raja memanggil dia dan memarahinya, “Bayar hutangmu. Jika kamu tidak punya uang, juallah istri dan anak-anakmu dan semua hartamu, lalu bayarlah hutangmu.” Dalam kesungguhannya, orang ini berlutut dan memohon ampun kepada sang raja. “Sabarlah dahulu. Saya akan membayar hutang saya.” Ia memohon belas kasihan raja. Untungnya, sang raja berbelas kasih terhadap dia dan menghapuskan segala hutangnya. “Baiklah, aku akan memaafkanmu. Kamu tidak perlu membayar hutang-hutangmu.” Orang itu melompat-lompat kegirangan, ia berterima kasih kepada sang raja dan pulang ke rumah dengan tangis sukacita.

Tetapi dalam perjalanannya ke rumah, orang ini bertemu dengan temannya yang meminjam $ 7 (mata uang sekarang). Orang yang telah dimaafkan ini memarahi temannya, “Bayar hutangmu!” Yang diutangi ini memohon belas kasihan: “Tolong perpanjang waktu membayarnya hingga beberapa hari lagi.” Tetapi bukannya memperpanjang, orang yang telah diampuni ini malah mengirim temannya itu ke penjara. Sorang temannya yang lain yang menyaksikan hal ini melaporkan kejadian itu kepada sang raja. Sang raja menjadi marah dan memerintahkan, ” Wahai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonnya kepadaku. Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu sampai ia melunaskan seluruh hutangnya. Maka BapaKu yang di Sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu.” (Matius 18:32-35). Jadi, Yesus menyimpulkan dengan kata-kata berikut ini, “Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya. Maka BapaKu yang di Sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu.” (Matius 18:34-35). Jadi, di sini kita menemukan bahwa jika kita tidak mengampuni pelanggaran dan kesalahan yang dilakukan terhadap kita, maka Tuhan tidak akan mengampuni kita, tetapi Ia akan menyerahkan kita kepada para algojo. Apakah para algojo itu? Para algojo itu adalah penyakit, kemiskinan, penderitaan dan sebagainya. Maafkanlah! Betapa pentingnya kebenaran ini untuk kesembuhan kita dan supaya kita dapat menerima jawaban atas doa-doa kita.

Di dalam rumah tangga, jika suami tidak bisa mengampuni istrinya, atau istri tidak bisa mengampuni suaminya, maka keluarga tersebut akan diserahkan kepada algojo kesusahan. Jika anda menjadi seorang Kristen tetapi tidak mengampuni kesalahan orang lain, Tuhan akan menyerahkan anda kepada algojo penderitaan. Jadi, walaupun anda setia ke gereja dan mengadakan kebaktian di rumah anda sepanjang waktu, anda tetap tidak akan merasa ada sukacita atau damai sejahtera yang mengalir di dalam hati anda sampai anda mengampuni.
Hidup bersama orang lain, kita seringkali menemui orang-orang yang sangat jahat yang rasanya sulit untuk diampuni. Anda mungkin bertanya kepada saya, ” Bagaimana caranya supaya saya bisa mengampuni orang yang seperti itu?” Saya akan mengatakan kepada anda, “Saudaraku, berusahalah terus untuk mengampuni.” Adalah hal yang mustahil bagi manusia untuk mengampuni kesalahan orang lain dengan mudah. Jadi saya merekomendasikan anda untuk berdoa seperti ini: “Bapa yang ada di Sorga, saya akan terus menerus berusaha untuk mengampuni.” Ketika anda berdoa agar dapat mengampuni, penghalang atau tembok antara anda dan Tuhan akan dihancurkan. Dan masalah itu akan ditangani oleh Tuhan, bukan manusia.

Ketika anda mengampuni orang lain, pengampunan dari Tuhan kepada anda akan memberikan efek. Tembok antara Tuhan dan anda akan dihancurkan dan kekuatan iman akan terus bekerja. Tidak hanya itu, ketika kita mengampuni orang lain, algojo yang datang untuk mencuri, membunuh dan menghancurkan kita akan kabur.

Mujizat merupakan hal yang di luar akal sehat manusia. Mujizat tidak dapat dijelaskan dengan logika manusia karena mujizat memang bukan merupakan pengalaman manusia yang wajar. Mujizat adalah bagian dari pengalaman dan pengetahuan Tuhan. Ketika kita percaya kepada Tuhan, berbicara dengan tegas dan berdoa sampai kita yakin akan jawaban doa kita, kita akan melihat mujizat itu terjadi dalam kehidupan kita.

Bersyukurlah kepada Tuhan atas iman ini dan jagalah roh yang mengampuni orang lain, tingkatkanlah iman anda dan bawalah mujizat dan berkat yang dari Tuhan itu ke dalam kehidupan jasmani dan rohani kita.

Sumber : Ringkasan kotbah DR.David Yonggi Cho
From : Full Gospel Indonesia

4 Comments leave one →
  1. veroniqa permalink
    November 8, 2007 1:37 pm

    its amaizing……membaca ini, seperti kakak rohani yang memberikan penguatan di dalam Allah Bapa kita.puji Tuhan dan syukur bagi Allah.

  2. November 30, 2007 2:41 am

    puji syukur

    semoga semua yang membaca terberkati oleh karna kasih Tuhan

    JLU

  3. December 13, 2007 2:31 pm

    ya aku percaya, tapi saat ini apa yang harus aku lakukan, penagih sudah memburum aku pasrah apa yang akan terjasi, tapi aku sangat yakin dan menaruh harapan yang sangat besar, kasih kristus selalu aku tunggu, sebab aku yakin mukaku akan tertunduk malu jika harus menunda pembayaran, 4tahun sudah Kristus meyelamatkan usahaku, sampai sekarang aku masih terus mencari san berusaha agar terbebas dari kesakahan utang yang tidak sengaja kami buat, itu kesalahan ku, ampuni aku Tuhan perkenankan aku menunggu dan berudaha untuk tetap menunggu apa yang Tuhan pilihkan cara yang tewrbaik bagi aku,
    Salam dan sembah sujudku Tuhan. Amin

  4. crecentia permalink
    March 17, 2008 4:35 am

    cuma pengen tahu aja, adakah artikel tentang ” ajar aku mengampuni?”

    sedang belajar untuk mengampuni seseorang yang aku sayangi

    dilain pihak aku sayang dia, tapi dilain pihak aku selalu memikirkan
    bagaimana dia pernah bikin hatiku sakit hati

    sakit hati ini sudah aku bawa selama 4 tahun
    dan aku tidak mau aku bawa terus menerus

    aku mau sembuh……….cuma itu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: